GRATIS EBOOK:

Bonus 3 Sekaligus:

Seputar Tanaman Kunyit (Kunir) (Bagian 1)


Dari famili Zingiberaceae yang praktis setiap hari kita temui adalah rimpang kunyit yang sudah hilang bentuknya namun masih ada bentuk sarinya dalam masakan.

Siapa yang tidak mengenal masakan Padang yang hampir menguasai selera rakyat dari Sabang hingga Merauke yang serba kuning warnanya? Warna kuning itu adalah akibat penggunaan rimpang kuning sebagai salah satu unsur dalam bumbu masakan Padang tersebut. Kunyit dimanfaatkan tidak hanya sebagai bahan penyedap dalam masakan Indonesia, tetapi dalam bidang pengobatan tradisional pun kunyit mempunyai kedudukan fungsional yang luas.

Di Eropa dan USA kunyit banyak dikenal sebagai bahan bumbu kari, rupa-rupa jenis makanan, parfumeri, dan sebagainya. Kunyit atau kunir merupakan salah satu jenis dari marga CURCUMA dengan nama latinnya adalah Curcuma domestica.

Nama kunyit di daerah-daerah
Setiap daerah memberikan nama yang berbeda untuk Curcuma domestica namun yang dimaksud sama saja. Di Aceh tanaman tersebut dinamakan "Runyet". Pada umumnya, di Sumatera dikenal dengan nama "kunyit", hanya di Lampung diberi nama "kunyir". Selanjutnya, tanaman tersebut di Jawa Barat dinamakan "koneng temen" atau koneng, di Jawa "kunir", di Madura "konyek", Toraja "uni", di Timor "hunik", di Irian Barat "nikwai", di Gorontalo "lawahu", di Kalimantan "henda", dan sebagainya. Jadi seluruh Indonesia mengenal Curcuma domestica.

Beberapa data botani "Curcuma Domestica"
Curcuma domestica atau kunyit merupakan tanaman daerah tropis dan banyak terdapat di India, termasuk negara-negara tetangganya, RRC, Indonesia, kepulauan Salomon (Lautan Teduh), Haiti, dan Jamaica.

Kunyit di Indonesia masih merupakan penghuni hutan-hutan. Di Jawa Timur dan Tengah kunyit masih banyak terdapat di hutan-hutan jati. Pada umumnya kunyit belum banyak diusahakan secara komersial.

Tanaman kunyit merupakan tanaman herbal seperti tanaman jahe, yang dapat hidup beberapa tahun pada suatu tempat. Walaupun mengalami masa istirahat (senescense), rimpangnya masih tetap survive di dalam tanah, siap membentuk batang-batang baru setelah hujan tiba, dan membentuk rimpang yang bersusun, cabangnya banyak sehingga membentuk gumpalan rimpang yang cukup tebal. Warna rimpang kuning keabu-abuan dan mengkilau. Induk rimpang kunyit berbentuk bulat, silindris, rimpang ranting silindris dan tumbuh berjajar ke kanan dan ke kiri, dari rimpang cabang. Daunnya berbentuk lanset dan berkelopak panjang yang menutupi batang. Bunga kunyit yang berbentuk malai tumbuh dari ketiak kelopak daun, rata-rata terdiri atas tujuh bunga berwarna kuning atau agak kuning. Buah berbentuk kotak beruang tiga.

Marga curcuma terdiri atas beberapa jenis, misalnya:
- curcuma domestica, atau kunyit;
- curcuma aeruginosa, atau temu ireng, temu hideung atau temu lotong;
- curcuma heyneana atau temu giring;
- curcuma mangga atau temu mangga, temu lalab, dan temu putih;
- curcuma xanthorhiza atau temulawak, temu koneng dan temu gede.
Pada umumnya species curcuma di lapangan terbuka bagi masyarakat awam sukar untuk dibedakan satu dengan yang lain bila hanya dilihat dari daunnya saja karena praktis sama bentuknya.

Susunan kimiawi rimpang kunyit
Warna kuning oranye daging rimpang kunyit adalah akibat adanya minyak atsiri Curcumin oil. Kadar minyak ini rata-rata 4-5%. Salah satu jenis dari luar negeri yang bernama Allepey dapat mengandung minyak hingga maksimal.
Minyak Curcumin mengandung 60% "turmerone” Salah satu komponen lain ialah minyak Zingiberene 25%, yang keseluruhannya memberi bau yang khas, yaitu bau kunyit.

Selanjutnya rimpang kunyit, mengandung 28% glukosa, 12% fructosa, 8% protein, vitamin C, dan rupa-rupa jenis zat mineral. Kandungan zat mineral kalium rata-rata cukup tinggi. Hal itu sekaligus menunjukkan bahwa kita dapat mengharapkan adanya respons yang baik dari kunyit terhadap perabukan dengan rabuk yang mengandung kalium.

Sifat-sifat minyak curcumin, ialah merupakan bahan antioxidant dan anti bakteri. Warna kuning dari curcumin, di dunia Barat dimanfaatkan sebagai zat pewarna masakan, yaitu masakan daging, pewarna minyak, lemak, sup, asinan, dan sebagainya. Di Indonesia, kunyit banyak dimanfaatkan untuk penyedap sekaligus pewarna masakan telur, daging, ikan, gulai, nasi kuning, dan sebagainya.

Budidaya tanaman kunyit
Luas tanaman kunyit di seluruh Indonesia belum dapat dikemukakan karena belum terdaftar dalam buku statistik. Sebagian besar tanaman kunyit berada di hutan. Misalnya di Jawa Tengah dan Jawa Timur kunyit banyak tumbuh di hutan-hutan jati. Pada umumnya kunyit ditanam di pekarangan maupun tegalan dalam skala terbatas.

Mengingat bahwa setiap saat ada saja rimpang kunyit yang diperjualbelikan di pasar dapat disimpulkan bahwa setiap waktu dari daerah pedalaman ada saja tanaman kunyit yang sudah cukup tua ada pula tanaman baru.

Namun bagaimanapun juga saat menanam kunyit yang baik pasti ada. Saat untuk menanam rimpang kunyit yang paling baik adalah menjelang akhir musim hujan. Terlalu banyak hujan dapat mengakibatkan bibit banyak yang membusuk.
Untuk menghindarkan pembusukan, maka bila ingin menanam mulai musim hujan, buatlah guludan yang tinggi-rendahnya bergantung pada jenis tanah dan lokasinya. Sebagai bibit dimanfaatkan rimpang cabang yang sudah tampak mau tumbuh sepanjang 5 cm Jarak tanam rata-rata 60 x 30 cm.

Hingga saat ini tidak ada usaha peningkatan produksi melalui perabukan. Walaupun merupakan tanaman hutan, kunyit masih dapat bertahan di lahan yang agak cerah.

Saat memungut (panen) rimpang kunyit sering ditentukan oleh naik- turunnya harga pasar. Namun, saat yang paling baik untuk memungut rimpang kunyit adalah bila tanaman kunyit sudah berumur sembilan bulan, ketika daun dan batangnya sudah mulai mengering. Dapat pula rimpang ditahan di dalam tanah dan dibiarkan hingga berumur dua tahun.

Pengolahan rimpang kunyit
Pada umumnya, untuk pasaran dalam negeri rimpang yang sudah digali, dibersihkan dari tanah dan dipotong-potong berukuran sedang. Pemotongan yang terlalu pendek akan mengakibatkan rimpang lekas mengering. Untuk diekspor, di luar negeri (India dan negera tetangganya), rimpang kunyit setelah dipotong-potong, dibersihkan, direbus, dibersihkan lagi, dan dijemur di bawah terik matahari.


Powered by 123ContactForm
 

Agrosukses Pustaka Info | www.agrosukses.com, Pasar Agrobisnis Online, Email: admin@agrosukses.com, SMS: 0 8 1 1 1 8 5 9 2 9