GRATIS EBOOK:

Bonus 3 Sekaligus:

Si Manis Melon


Si Melon yang manis dan manja ini masih saudara sepupu semangka. Warna buahnya kuning krem, rasanya manis menyebar aroma semerbak. Pantaslah harganya selangit, dan digemari orang bule.

Terbetik berita, nun jauh di kaki gunung Salak, tepatnya di desa Ciburuy, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, ada petani melon yang menarik perhatian. Si petani, Mang Jaka namanya, adalah seorang kontak tani yang terkenal sampai tingkat nasional. Lebih-lebih setelah ia sukses membudidayakan tanaman impor ini.

Mang Jaka mengenal melon secara kebetulan. Suatu ketika, datang H. Sirod dari Bogor hendak menyewa tanah dari petani teman-teman Jaka. Setelah disepakati, tanah empat hektar jadi disewa. Lantas H. Sirod menanami kebun itu dengan biji melon. Ternyata tumbuh subur, serta bagus panenannya. Menyaksikan jenis tanaman pendatang baru yang cocok ditanam di daerahnya, Mang Jaka memutuskan untuk ikut menanam melon.

Si Manja
Melon masih keluarga dekat semangka Citrullus vulgaris. Hidupnya pun sama, yaitu merambat. Namun buah melon tidak sama dengan semangka. Buah melon hampir sempurna bulat, ada juga yang lonjong, dengan kulit hijau keku- ning-kuningan, tidak bergaris-garis tapi agak kasar. Daging buah melon berwarna kuning krem dan manis sekali rasanya. Baunya yang khas, sulit disebutkan, pokoknya berbau seperti aroma srikaya tapi agak seperti bau durian.

Menanam melon dengan jalan mengecambahkan dulu biji-bijinya, di dalam kantong-kantong plastik berisi pasir halus dan pupuk. Sementara itu, kebun dicangkul atau dibajak satu atau dua kali, sampai gembur. Lalu dibuatkan bedengan selebar 2,20 meter (untuk satu baris tanaman) dan 3,5 meter untuk dua baris tanaman.

Setelah bedengan selesai, masih perlu dicangkul lagi permukaannya, tapi pencangkulan secara halus saja, jangan terlalu dalam. Kemudian buatkan lubang penanaman bibit, dengan jarak sekitar 1,2-1,5 meter. Lubang ini diisi pupuk kandang, TSP, ZK maupun Urea secukupnya.

Bibit yang sudah berdaun 34 helai, kiranya sudah siap dipindahtanamkan di bedengan. Bungkus plastiknya harap dibuang dulu, lalu tanam beserta tanah yang menempel akar. Seandainya penanaman terjadi pada musim kemarau, kita harus rajin menyirami pohon melon muda ini. Jangan sampai air siraman berlebihan, tapi juga jangan sampai kekurangan air.

Seperti juga semangka, melon tergolong tanaman musim kering. Selama musim kemarau yang kering, pertumbuhannya malah berjalan cepat. Sedang musim hujan yang basah dan lembab, malah menghambat pertumbuhannya, selain menyebabkan tanaman gampang terserang berbagai penyakit. Karena itu menanam melbn sebaiknya di awal musim kemarau.

"Melon ini manja sekali, Mas, " ujar Mang Jaka. Setelah melon muda mulai merambat, ia minta diberi alas jerami sebagai kasur yang dihamparkan di atas tanah bedengan. Jerami ini akan mencegah daun melon terciprat tanah, serta memisahkan daun agar tidak menempel langsung pada tanah. Dengan tidak menempel tanah, daun melon akan kecil kemungkinannya tertulari bibit penyakit.

Seminggu dua kali disemprot insektisida dan fungisida. Bahkan setiap kali tersiram hujan, si melon mesti segera disemprot obat pula. Pemangkasan cabang dan ranting harus terus dilakukan. Lebih baik kalau sebatang melon hanya punya dua atau tiga cabang. Nanti kalau buah sudah terbentuk, biasanya setelah tanaman berumur 3540 hari, maka buah kecil itu harus disnangga dengan belahan-belahan bambu yang ditengkurapkan. Dengan demikian buah melon itu tidak bakal terkena tanah secara langsung dan terhindar dari bahaya kebusukan.

Pemangkasan buah rupanya perlu juga dilakukan, ini terutama kalau jumlah buah terlalu banyak. Biarkan beberapa buah yang nampak bagus pertumbuhannya, kira-kira tiga atau empat buah saja tiap cabang. Sesudah buah berumur 100 hari, buah melon mulai masak. Hingga empat bulan, umumnya bisa tiga atau empat kali memetik buah masak.


Menurut Jaelani, yang bekerja di kebun sewaan itu, menanam melon terbukti besar keuntungannya. Ongkos yang dikeluarkan untuk tiap hektar kebun, memang agak banyak, satu juta rupiah lebih. Tapi panenan yang rata-rata empat ton dengan harga paling menguntungkan dan jelas jauh lebih besar dibanding keuntungan dari menanam sayuran. 

Powered by 123ContactForm
 

Agrosukses Pustaka Info | www.agrosukses.com, Pasar Agrobisnis Online, Email: admin@agrosukses.com, SMS: 0 8 1 1 1 8 5 9 2 9