GRATIS EBOOK:

Bonus 3 Sekaligus:

Saat Gom Menyerang Jeruk


Pangkal batang jeruk sering terlihat mengeluarkan cairan pekat, berkilat, yang menyebabkan kuiit batang itu busuk. Apa penyebabnya dan bagaimana cara mengatasinya?

Pemilik tanaman jeruk, terutama jeruk bali, biasanya sudah tidak asing lagi dengan penyakit ini. Batang tanaman jeruknya mengeluarkan cairan pekat. Cairan mengkilat bening itu kalau dipegang akan lengket seperti gom (lem) dan kalau sudah kering menggumpal seperti damar. Karena itulah penyakit ini disebut penyakit gom atau blendok.

Penyakit itu dikenal juga sebagai foot rot (busuk kaki) karena biasanya menyerang pangkal batang. Sering juga disebut brown rot gummosis (busuk coklat berblendok). Penyebabnya adalah cendawan Phytophtora citrophora dari famili Pythiaceae, ordo Peronosporales. Cendawan ini menyerang berbagai jenis jeruk, baik keprok, siem, manis, maupun jeruk bali. Serangan terberat terjadi pada areal setinggi lebih dari 400 m di atas permukaan laut.

Gejala awal ditandai oleh timbulnya warna coklat atau hitam yang agak basah pada pangkal batang jeruk. Bagian ini kemudian mengeluarkan cairan bening yang pekat. Kalau bagian batang ini dikorek, warnanya tidak lagi hijau seperti warna kulit yang sehat, tapi kecoklat-coklatan. Cendawan dapat menembus ke lapisan kambium dan merusak bagian itu. Akibatnya, kulit batang bisa terkelupas. Luka pada kulit ini bisa menimbulkan infeksi baru, sehingga pembusukan kulit makin merajalela. Serangan yang hebat dapat menyebabkan batang sampai bergelang. Akibat lebih lanjut adalah daun menguning. Satu demi satu daun yang kuning itu lalu gugur. Penyakit ini berpengaruh pada tunas juga. Tunas baru tampak lambat tumbuh, begitu juga buahnya yang tumbuh kerdil. Rasanya kurang manis

Cendawan Phytophtora citrophora ini berbiak dengan spora yang dikenal dengan nama zoospora (spora yang bergerak seperti binatang karena mempunyai flagel sebagai alat gerak). Spora yang bulat ini sangat kecil, hanya 10-16 mikron, sehingga hanya dapat dilihat dengan mikroskop. Biasanya spora ini dihasilkan dalam jumlah yang banyak sekali. Karena lembutnya, spora mudah sekali terbawa angin atau air hujan, lalu mudah pula menular ke tanaman jeruk lain. Spora juga tahan hidup dalam tanah, hingga mudah menular ke tanaman dengan percikan air hujan atau terbawa aliran air.

Pengendalian
Anjuran yang bisa diberikan untuk mencegah dan mengendalikan penyakit gom ini adalah sebagai berikut :
1. Menjaga agar kondisi kebun tidak becek dan lembap, sebab dalajn kondisi yang lembap, cendawan akan cepat berkembang biak. Caranya adalah dengan membuat saluran drainase yang baik agar kalau ada hujan, air bisa mengalir tuntas ke luar kebun.

2. Sebaiknya jeruk ditanam pada gundukan tanah setinggi 25-30 cm. Dengan cara itu, penularan spora yang dibawa oleh aliran air akan tercegah.

3. Pencegahan dapat pula dilakukan dengan melapisi pangkal batang tanaman dengan carbolineum plantarum (ter yang diberi karbol). Lapisan ini mencegah spora berkecambah pada kulit batang.


4. Bagian kulit yang sakit diiris (dan dibuang) dengan mengikutsertakan 2-3 cm kulit yang sehat di sekelilingnya. Luka bekas sayatan kemudian diolesi fungisida atau ter. 

Powered by 123ContactForm
 

Agrosukses Pustaka Info | www.agrosukses.com, Pasar Agrobisnis Online, Email: admin@agrosukses.com, SMS: 0 8 1 1 1 8 5 9 2 9