GRATIS EBOOK:

Bonus 3 Sekaligus:

Khasiat Tanaman Hias


Tanaman hias berfungsi ganda, sebagai tanaman tanaman hias (ornamental plant) dan tanaman obat (medicine plant), telah digunakan sebagian besar orang. Yang populer, antara lain lidah buaya, tapak dara, miana, dan lain-lain.


Ada beberapa tanaman belum banyak digunakan, namun khasiatnya telah diteliti. Kendati baru penelitian tahap awal, penemuan itu akan menambah khasanah pengetahuan tentang pemanfaatan tanaman.

Kembang sungsang (Gloriosa superba)
Bunganya indah dan unik. Dikatakan unik lantaran bunganya terbalik (sungsang). Mahkota bunganya melengkung ke belakang. Sehingga bunga berbentuk seperti mangkuk terbalik. Ukurannya sebesar genggaman tangan orang dewasa. Mahkota bunga berwarna kuning dan merah menyala. Bentuknya berlekuk-lekuk, sekilas seperti per. Batang bunga sungsang merambat, dengan daun panjang. Bagian ujung daun melengkung seperti sulur. Tulang daun sejajar.
Kembang sungsang bisa dibiakkan dengan stek batang. Di Eropa dan Amerika, kembang sungsang sudah banyak disilangkan. Sehingga menghasilkan bunga potong yang kaya warna, macam biru, ungu, dan merah jambu.
"Di luar negeri, umbi buah sungsang digunakan untuk mengobati asam urat," kata Pudji, peneliti di Badan Litbang Kesehatan Dinas Kesehatan RI. Penggunaan umbi kembang sungsang sebagai obat sedemikian maju, sehingga sudah dibikin kapsul dan dipatenkan. Umbi kembang sungsang mengandung senyawa kolkisin yang efektif menyembuhkan asam urat.
Menurut Pudji, kembang sungsang di Indonesia sudah sulit didapat dalam jumlah banyak. Apalagi jika umbinya yang diambil, maka akan habis. Terbersit dalam benak Pudji untuk meneliti kandungan daunnya.
Beberapa tahun lalu diteliti sampai pada tahap meneliti toksitas akut dan subkronis. Ternyata aman dan bakal dilanjutkan ke standardisasi. "Tetapi proyek ini terhenti lantaran kesulitan bahan," kata perempuan enam puluh tahun ini. Untuk standardisasi dibutuhkan bahan berupa daun kembang sungsang dari tiga lokasi tempat tumbuh. Hingga kini, belum bisa mengusahakan ketersediaan bahan itu.
Uji standardisasi bertujuan untuk mengetahui ukuran kadar senyawa aktif dari tanaman yang tumbuh di berbagai tempat. Kadar senyawa aktif dalam kembang sungsang, antara lain alkaloid, kolkisina, gloriosina, kholina, hars, fitosterol, stigmastrerol, dan fitosterolin.


Sambang getih (Hemigraphis colorata Hall)
Adjirni, BSc. dan kawan-kawan, dari Badan Litbang Kesehatan Depkes RI juga meneliti tanaman hias sambang darah sebagai penghancur batu kandung kemih. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengurangan berat batu, pada pemberian dosis 32,5 mg dan 325 mg sambang getih per 100 gr berat badan, pada hewan percobaan.
Sementara itu, pada percobaan efek diuretik, jumlah volume urine pada tikus percobaan selama 8 jam tidak melebihi volume urine tikus yang diberi akuades. Jadi kesimpulannya, infus sambang darah pada dosis 32,5 mg dan 325 mg per 100 gram berat badan mempunyai efek menghancurkan batu kandung kemih pada tikus. Terbukti berat rata-tata batu yg terbentuk setelah pemberian bahan lebih kecil daripada berat rata-rata batu pada kontrol.


Rhododendenron
Masyarakat Indonesia mengenalnya dengan nama kembang geni. Tumbuh subur di ketinggian 1.000-3.000 mpl. Umumnya Rhododendron ditemukan di daerah pegunungan bercurah hujan tinggi, pada area terbuka akibat kegiatan tektonik, dan kaya hewan polinator seperti serangga, kelalawar, burung.
Bersifat protandus. Artinya, tanaman ini memungkinkan terjadi outcrossing alias kawin dengan individu lain. Atau, dengan sesama genus. Karakteristik dan bentuk bunga yang berkelompok mengundang serangga datang. Sehingga memungkinkan kawinsilang antargenus.
Tak heran, proses hibridisasi seringkali terjadi di marga Rhododendron. Proses itu bisa terjadi secara alami atau karena campur tangan manusia. Tanpa munculnya "jenis baru" hasil kawin silang, di dunia terdapat tak kurang dari 850 jenis marga Rhododendron. Di Tanah Air, tanaman ini bisa ditemukan di Papua (ada 101 jenis), Kalimantan (55 jenis), Sulawesi (28 jenis), Jawa (8 jenis), dan Kepulauan Sunda Kecil (4 jenis).
Tanaman berbunga cantik ini, dalam beberapa literatur disebutkan mengandung racun grayanotoxin. Toksik itu dihasilkan dari benangsari dan kepala putiknya. Tak heran orang meminum madu yang diisap dari kedua bagian tanaman itu seringkali jatuh sakit. Namun karena kecantikan bunganya, tanaman ini lumrah dipelihara di pekarangan rumah. Malah di Eropa dan Amerika, bermunculan perkumpulan pecinta tanaman ini.
Sayangnya, tak banyak yang mengetahui kegunaannya selain sebagai tanaman hias. Salah satunya Anggun Ratnagumilang, S.Si, peneliti Kebun Raya Cibodas. "Sebagian masyarakat Papua menggunakan bunga Rhododendron macgregoriae sebagai 'obat kuat'," ujar Anggun.
Hal itu dibenarkan pula oleh Agus Suhatman, S.Si, kurator registrasi Kebun Raya Cibodas. "Saya pernah membacanya di literatur," ungkapnya. Sayang ketika ditanya judul buku dan pengarangnya, Agus telah lupa.
Menurut Anggun, cairan bunga yang ditumbuk bisa menimbulkan efek erektogenik. Sementara Rustandi, pengolah data di Kebun Raya Cibodas mengatakan, masyarakat Papua sering meremas bunga R. macgregoriae sebelum melakukan hubungan intim. "Cairan bunga tersebut bisa menimbulkan efek mati rasa bila terkena kulit," ujar Rustandi.

Kegunaan Rhododendron tak sebatas untuk keperkasaan pria. Contohnya, suku Dani di Papua menggunakan Rhododendron macgregoriae untuk mengobati penyakit kulit (panu).

Powered by 123ContactForm
 

Agrosukses Pustaka Info | www.agrosukses.com, Pasar Agrobisnis Online, Email: admin@agrosukses.com, SMS: 0 8 1 1 1 8 5 9 2 9