KLIK dan DAFTAR SEKARANG DI AGROSUKSES: Dapatkan Pendanaan, Permodalan, Pemasaran, Kemitraan, dan lain-lain khusus di bidang: Perikanan, Perkebunan, Pertanian, Peternakan, Kehutanan, dan Agroindustri. (AGROSUKSES, Mitra Agro Terpercaya Sejak 2013).

CARA PESAN: (1). Transfer ke Rekening Mandiri: 127.000.631.8081 a/n PT. Agromania Mitra Artha uang sejumlah Rp 425.000. (2). Setelah transfer, infokan ke kami via SMS/WA ke nomor: 0822-4665-9164 dengan format "Ekspor, Nama Anda, Alamat Lengkap Anda". Contoh: Ekspor, Mira, Jl. Belimbing no.9 Kemang Timur Jaksel 12150. (3). Pesanan Anda langsung dikirim dan resi pengiriman kami kirim ke nomor Anda agar Anda bisa melacak pengiriman.

SEDIKIT INFO: Bisnis ikan sidat semakin banyak dilirik orang. Ikan asli Indonesia yang bernama latin anguilla sp dan mengandung gizi yang sangat tinggi (mengalahkan ikan salmon) ini telah membawa berkah pundi2 rejeki bagi banyak orang: mulai dari remaja, ibu rumah tangga, wiraswasta, karyawan, hingga pensiunan. Peluang bisnis terbaik saat ini dan bisa dilakukan oleh siapa saja.

Hati2 Melalap Daun Singkong Mentah

Daun singkong harus dimasak dulu, bila akan dimakan. Lamanya paling tidak 15 menit. Setelah dimasak, terserah ! Mau diolah apa saja bisa. Yang penting daun yang dipilih untuk masakan harus sehat dan segar.

Penulis bukanlah seorang yang anti atau menentang makan lalap, tapi lewat kesempatan ini mencoba memperingatkan agar kita hati-hati dalam memilih sayuran untuk lalap. Jangan sampai nyawa terancam gara-gara makan lalap.
 
Dalam keadaan mentah, daun singkong banyak mengandung glukosida. Bahan ini dengan mudah dapat membebaskan asam sianida (HCN) yang sangat beracun. Sedikit saja sianida tertelan, nyawa kita pasti jadi taruhan. Karena itu, lalap daun singkong sebenarnya mengandung risiko yang sangat besar.

Selain sifat daun singkong yang mengandung bahaya seperti itu, penulis juga bermaksud mengingatkan adanya bahaya baru yang berasal dari kemajuan teknologi. Yaitu akibat semprotan berbagai jenis obat-obatan pembasmi hama. Sehingga kemungkinan timbunan sisa pestisida dalam tubuh tanaman menjadi kian banyak. Daun-daunan yang masih mengandung racun ini tentu saja tidak layak kita makan. Oleh karena itu, kita harus pandai-pandai memilih daun bahan lalapan yang tidak berbahaya.

Mengapa ?
Daun singkong memang dikenal banyak penggemarnya. Di samping rasanya yang khas, ia mengandung vitamin dan mineral. Kandungan protein pada daun singkong cukup tinggi, yaitu mencapai 6,8 sampai 7 gram dari tiap 100 gram bahan segar. Karena alasan inilah banyak ahli gizi menganjurkan, agar kita tidak malu-malu makan daun singkong meskipun sering dianggap sayur murahan. Namun yang jadi soal di sini adalah perlakuan yang bagaimana yang mesti kita jaga. Daun yang mana dan bagaimana mengolahnya.

Disarankan bila anda hendak memasak daun singkong, pilihlah yang muda- muda saja. Sebab seratnya masih lunak, serta proteinnya lebih banyak dibanding daun tua. Sementara glukosida daun tua lebih banyak ketimbang daun muda.

Dalam buku yang berjudul "Edible Leaves of The Tropics", edisi kedua (1979) yang ditulis oleh Franklin W. Martin dan Ruth M. Ruberte, pada halaman 33 antara lain tertulis "... Daun singkong tidak boleh dimakan mentah, dan hal itu sungguh riskan kalau dilakukan. Di dalam daun semua spesies tanaman selalu mengandung glukosida yang mudah membebaskan asam sianida yang mematikan. Untuk menghilangkan racun tersebut, hendaknya daun yang hendak dimakan, terlebih dahulu harus direbus paling tidak selama 15 menit".

Jadi supaya aman dan bebas dari bahaya keracunan, hendaknya daun singkong dimasak dahulu sebelum dihidangkan, tanpa harus mengurangi jumlah kandungan protein dan mineral selama proses pemasakan. Paling mudah adalah dengan mencucinya dahulu dengan air bersih, dicelup atau disiram dan jangan direndam. Barulah kemudian daun yang sudah bersih itu kita potong- potong. Merebus daun singkong sebaiknya dikukus, jadi tidak direndam dalam air. Itupun tidak baik kalau terlalu lama, bisa lumat nanti. Seusai dikukus, terserah anda, mau dimasak apa saja daun singkong itu.

Lantaran mesti dikukus dulu, maka daun singkong lalapan kita ini sebenarnya kurang tepat disebut lalapan. Sebab istilah lalapan itu sendiri menunjuk pada dedaunan yang dimakan dalam keadaan mentah, yang biasa disertai sambal. Sehingga yang perlu diperhatikan adalah masalah pemilihan bahan yang baik serta pencucian yang bersih.

Bahan lalapan hendaknya dipilih daun yang sehat dan segar. Bahan tersebut tidak boleh terserang jamur atau bakteri, ataupun ulat. Selain itu, daun tersebut janganlah daun yang terlalu banyak menerima semprotan pestisida. Biasanya kebun sayuran yang tak terlalu luas, tidak mengalami banyak penyemprotan. Namun alangkah lebih baik kalau sayuran itu merupakan hasil pekarangan kita sendiri. Selain terjamin mutunya, juga menghemat pengeluaran sektor dapur.


Mencuci lalapan sebaiknya jangan dengan air mentah, sebab sayuran itu nanti tidak dimasak. Tetapi dicuci dengan air matang yang sudah didinginkan. Nah, selamat menikmati lalap dan anda merasa puas.

Posting Komentar

  © Pasar Agro Online Indonesia by Agrosukses.com 2016

Back to TOP