GRATIS EBOOK:

Bonus 3 Sekaligus:

Teknik Membesarkan Kepiting Secara Intensif


Prospek kepiting sebagai komoditi ekspor yang cukup mahal dan laris ternyata mengundang banyak pertanyaan perihal teknik budidayanya! Berikut ini caranya.

Teknik budidaya kepiting, sampai saat ini baru sampai sebatas pembesaran. Artinya, kepiting hasil tangkapan dari alam dibesarkan di tambak sampai mencapai ukuran yang diharapkan (komersial). Upaya pembenihan masih dalam tahap coba-coba. Karena situasinya demikian, maka sebelum membuat tambak pembesaran, sumber benih ini sebaiknya dihitung betul. Maksudnya, agar pembuatan kolam itu nantinya tak mubazir karena kesulitan benih.

Konstruksi kolam
Membesarkan kepiting secara intensif, idealnya dilakukan di daerah yang berfluktuasi pasang rendah, karena sumber air nantinya hanya mengandalkan pompa. Adapun konstruksi tambaknya, merupakan hasil pengembangan tambak pembesaran kepiting secara semi-intensif. Kalau pada tambak semi-intensif luas per petak mencapai 2.000 meter persegi, pada metode intensif areal selu,as ini di petak-petak menjadi tambak seluas 350 meter persegi. Petak satu dan petak berikutnya dibatasi oleh pematang setinggi 50-75 cm, dan lebarnya 75 cm. Untuk menghubungkan masing-masing petak dipasang pipa pra- lon yang dilengkapi dengan saringan dari anyaman bambu.
Selain petak pembesaran, dalam sistem intensif juga harus disediakan petak khusus untuk penampungan air. Biasanya, satu unit tambak yang luasnya 1-2 hektar memiliki satu petak penampungan yang luasnya 10 x 20 m. Petak ini dibuat dari semen, dan letaknya diusahakan dekat pantai. Dari petak penampungan ini, air disalurkan lewat saluran dari semen yang dibuat di sekitar pematang dengan letak lebih tinggi dari petak pembesaran.

Perlakuan tambak
Setelah selesai dibuat, tambak dikeringkan selama seminggu. Dasar tambak yang sudah mengeras ini dikapur dengan dosis 200-500 gr/meter persegi. Langkah berikut sebelum pengisian air adalah memeriksa secara seksama saringan pintu pemasukan air, serta memasang pagar di sekeliling areal karena kepiting termasuk binatang yang jago merayap. Pagar ini cukup dari bambu, tapi dibuat rapi. Terakhir ialah memasang tongkat penahan kincir air. Letaknya bisa di tengah tambak agar alirannya merata ke penjuru permukaan tambak.

Begitu perangkat terpasang rapi, air dari petak penampungan siap dialirkan ke tambak pembesaran. Salinitas (kadar garam) air yang dibutuhkan 25-28 pormil, suhu 28-30°C, dan kadar oksigen terlarutnya 3-15'ppm. Pada pengisian perdana ini tinggi air cukup 30-50 cm saja. Hari berikutnya dinaikkan 10 cm, sampai ketinggian air mencapai 75 cm.

Bibit
Karena dari alam, maka ukuran bibitnya pun beraneka ragam. Untuk itu perlu disortir dulu. Ini erat hubungannya dengan padat penebaran. Biasanya kepiting betina kosong (tanpa telur) dengan bobot 200-300 gr/ekor, padat penebarannya 2-5 ekor/meter persegi. Kepiting jantan dengan bobot 300-500 gr/ekor ditebar dengan kepadatan 2-4 ekor/meter persegi.

Sebelum bibit ditebar, sebaiknya diadaptasikan dulu dengan jalan merendam kontainer berisi bibit dalam tambak. Kegiatan ini dilakukan sore atau pagi hari tatkala suhu udara sejuk. Saat penebaran sebaiknya dilakukan sekaligus guna menghindari kanibalisme di antara sesama kepiting.

Pakan kepiting
Satu jam setelah bibit ditebar, pakan berupa cincangan ikan rucah, kerang, atau siput dapat diberikan. Aturan pemberian pakan dilakukan dua kali sehari selama dua minggu pertama dengan jumlah 5 persen dari bobot tubuh. Jadwal pemberian pakan ini, pagi sekitar pukul 08.00 sebanyak 30 persen, pukul 24.00 sebanyak 70 persen dari jatah pakan per hari. Pada saat pemberian pakan ini kincir air sebaiknya dimatikan agar pakan tidak mengambang. Cara pemberian pakan cukup disebar secara merata di seluruh tambak.

Mengontrol air
Kegiatan lain yang harus rutin dilakukan ialah mengontrol kualitas air tambak. Pemeriksaan ini dilakukan setiap hari sehingga kalau terjadi penurunan kualitas air secepat mungkin dapat diatasi. Kegiatan ini meliputi memantau ketinggian air, mengganti air, serta memeriksa salinitas dan suhu air. Bila kualitas air menurun, pertumbuhan kepiting akan lamban. Persentase pergantian air ini antara lain sebanyak 30 persen minggu pertama, 40 persen minggu kedua, 50 persen minggu ketiga, dan 30 persen minggu keempat.

Panen

Panen dilakukan setelah sampling memperlihatkan telur kepiting berkisar 90-100 persen untuk betina, dan berat jantan mencapai 350 gr ke atas. Pemanenan dilakukan dengan cara mengeringkan tambak, kemudian kepiting ditangkap satu per satu dengan jepit yang terbuat dari bambu. 

Powered by 123ContactForm
 

Agrosukses Pustaka Info | www.agrosukses.com, Pasar Agrobisnis Online, Email: admin@agrosukses.com, SMS: 0 8 1 1 1 8 5 9 2 9