GRATIS EBOOK:

Bonus 3 Sekaligus:

Ini Memang Jenis Baru: Nangka Telanjang dari Kudus


Ini dia nangka unik yang layak jadi koleksi. Kalau sudah matang, kulitnya tidak perlu dikupas lantaran ia memang telanjang. Copot saja salah satu daging buahnya yang tebal dan rasakan kemanisannya. Praktis, tidak perlu dipotong, dan bebas getah.
Tempat berbuahnya seperti nangka biasa. Bakal buah muncul di percabangan atau batang utama. Ketika sudah matang akan tercium aroma harum menyengat. Tangkainya harus tersisa waktu tiba masa panen. Pada tangkai tersebut diikatkan sebuah tali agar buah bisa digantung. Jangan meletakkan buah di meja atau lantai sebab permukaan yang keras akan mempercepat pembusukan.

Nangka telanjang asal Kudus memang mencengangkan banyak orang, termasuk Hendro. Ahli buah-buahan itu agak terperangah ketika diinformasikan ada nangka tanpa kulit. "Ah, itu mungkin nangka belanda," ujarnya ketika dihubungi via telepon. Namun, setelah dideskripsikan bentuk buahnya, ia yakin, "Ini memang jenis baru."

Penelusuran pustaka yang dilakukan pun tidak menunjukkan hasil. Dalam buku Tumbuhan Berguna Indonesia karangan K. Heyne, tercantum 21 keluarga Artocarpus. Namun, tidak ada satu pun yang deskripsi buahnya mirip nangka telanjang asal Kudus. Buku "suci" lain yang dibuka ialah A Dictionary of the Economic Products of the Malay Peninsula karangan Burkill. Di sana tercantum 15 keluarga Artocarpus yang seluruh deskripsi buahnya berbeda dengan nangka telanjang.
`
Ada jenisnya
Nangka belanda yang disebut oleh Hendro bukanlah sirsaknya Anona muricata, tetapi benar-benar nangka. Bentuk daunnya juga daun nangka. Demikian juga dengan daging buah, memang nangka, walaupun rasanya tidak enak. Sosok pohon itu di kebun pembibitan Cipaku agak lebih besar daripada sawo. Kulit buah tipis seperti sawo.

Mengacu pada nangka belanda yang sudah kerapkali dilihat, Hendro menduga nangka telanjang asal Kudus sebuah temuan baru."Memang ada jenis seperti itu," ujar peneliti tersebut berkali-kali meyakinkan.

Bagi para pengusaha, nangka telanjang jelas tidak menarik untuk diusahakan. Nilai ekonomisnya sebagai buah segar atau olahan tidak ada. Dengan penampilan tanpa kulit, maka daya simpan buah pasti pendek. Yang tertarik pada nangka telanjang itu justru para hobiis atau kolektor. Penampilan buahnya yang atraktif menjadikannya layak sebagai salah satu elemen taman produktif.

Asal India
Nangka unik itu masih sekeluarga dengan nangka bubur, celeng, dulang atau salak. Wajar karena sebenarnya seluruh nangka yang kita kenal berasal dari India. Bahkan menurut Burkill, salah satu nama sansekerta nangka menjadi kata induk untuk panah atau panaih. Ini sebutan nangka di daerah Sumatera Utara. Sedangkan nama nangka di Jawa dan Malaysia berasal dari kosa kata India - jaka. Lepas dari itu, di India banyak petilasan yang menunjukkan nangka sudah dipakai sejak ribuan tahun lalu. Tanaman itu kemudian menyebar ke Malaysia yang dekat Indonesia.

Di Indonesia nangka kebanyakan dimakan segar. Hanya sebagian kecil saja yang diolah menjadi keripik nangka. Bob Sadino dahulu pernah membuat keripik nangka. Modal besar dikucurkannya untuk mendatangkan mesin pengering. Namun, bahan baku tidak ada sehingga hilang pulalah produknya dari pasar padahal permintaan mulai masuk.

Produsen keripik nangka skala besar yang masih tersisa, antara lain Hichsu Nusantara. Di Pacitan perusahaan ini menanam nangka pada luasan kira-kira tiga puluhan hektar. Produksi nangkanya masih ditambah lagi dari kebun petani mitra seluas 70-an hektar. Dengan cara itu HN mencoba mengikis kendala bahan baku untuk keripik nangka.

Pemain nangka olahan di sini masih sangat terbatas. Kebanyakan nangka dimakan sebagai buah segar. Karena itu, kehadiran nangka telanjang asal Kudus membuat para kolektor mempunyai pilihan lain untuk buah Artocarpus ini. (Trully).

Powered by 123ContactForm
 

Agrosukses Pustaka Info | www.agrosukses.com, Pasar Agrobisnis Online, Email: admin@agrosukses.com, SMS: 0 8 1 1 1 8 5 9 2 9