GRATIS EBOOK:

Bonus 3 Sekaligus:

Begonia Hibrida, Bunga Menawan Tanpa Daun


Dulu, begonia dikenal karena keindahan daunnya. Kini, saatnya Anda memandangi begonia dengan bunga double petal yang menawan.

Begonia memang bukan tanaman baru. sejak zaman Belanda menjajah Indonesia, begonia sudah jadi tanaman hias populer. Dari toean dan noni itulah tanaman begonia masuk ke Tanah Air.

Begonia umum dikenal lantaran keindahan bentuk dan corak daunnya. Padahal sebenarnya, sudah banyak begonia hibrid yang bagus bunganya.

Indonesia Kaya Indukan
Begonia (Begoniaeeae) merupakan kelompok tanaman yang terdiri lebih dari 1.500 spesies. Begonia bunga bagus ini kurang populer lantaran kebanyakan tumbuh di daerah dingin. Kalau di Jakarta, memang susah tumbuh bagus. Bagi Anda yang tinggal di Puncak (Jabar), Ciwidey (Bandung), atau Batu (Malang), begonia bunga bakal bagus.

Hasil silangan banyak di Belanda dan Amerika. Bahkan di Amerika telah ada kelompok khusus penggemar begonia, namanya The American Begonia Society. Jadi, begonia memang punya tempat tersendiri layaknya anggrek dan aglaonema di Indonesia.
The American Begonia Society membagi aglaonema dalam 8 kelompok, yaitu cane-like (tumbuh tinggi seperti bambu), shrub like (berbentuk semak dengan banyak batang), rhizomantous (daun bulat dengan bunga tinggi), semperflorens (berbunga banyak), tuberous (berbunga di ujung batang), rex (daunnya berwarna warni), trailing scandent (memanjat), dan thick stemmed (berbatang kecil). Masing-masing kelompok terdiri dari banyak spesies yang mempunyai karakteristik sama.

Begonia yang bunganya kompak dan bagus untuk pot plant adalah dari kelompok semperblorens. Spesies induknya berasal dari Begonia semperflorens yang disilangkan dengan spesies lain dalam kelompoknya. Atau disilangkan dengan spesies yang sama tetapi berbeda varietas. Semisal B. semperlorens 'Fiesta', B semperflorens 'Laminosa' dan B. semperflorens 'Lady Frances'.

"Bahkan ada yang induk silangan dari begonia kita," kata Siregar, hobiis begonia di Ciwidey, Bandung. Begonia yang dimaksud adalah begonia spesies yang banyak tumbuh di pegunungan Jawa Barat. Tak hanya di Jawa Barat, begonia banyak tumbuh di kawasan hutan tropis Indonesia. Di habitat aslinya, begonia spesies ini tumbuh di seresah daun yang terlindung dari sinar matahari.

Kebanyakan begonia asli yang tumbuh di alam memang kurang showy. Daunnya hanya hijau saja. Jika berbunga, warnanya hanya putih atau pink. Ukuran kuntumnya kecil-kecil, sekitar 2-3 cm. Mahkotanya tunggal dengan bunga jarang-jarang. Siregar mengaku, mulai mengoleksi begonia dari hutan untuk induk silangan.
"Saya rasa menyilangkannya tidak sulit," terang Siregar yang sudah bisa menyilang anggrek. Kuntum begonia lumayan banyak dan sering berbunga. Jika gagal, bisa diulang dengan cepat. Biji yang dihasilkan juga sangat banyak. Bijinya berwarna cokelat seperti tepung. Sementara buahnya sebesar biji kedelai yang gampang pecah memuntahkan biji.
Pekebun anggrek ini awalnya mendatangkan begonia hibrid dari Belanda, tahun lalu. Bunganya seperti mawar, mahkotanya bertumpuk. Warnanyapun beragam, mulai dari pink, merah, peach dan juga kombinasi. Ukurannya seukuran dengan mawar mini, jadi lebih besar dari ukuran bunga spesies asli.

Suka Lembap Antibasah
Merawat begonia hibrid ini sebenarnya tidak susah. Memang, syarat pertama agar pertumbuhannya bagus adalah menanamnya di daerah dingin. Lantas, begonia ini tidak tahan sinar matahari langsung. Jadi lebih bagus bila diberi net atau diletakkan di bawah fiber. Kalau di Belanda, begonia kerap diletakkan di meja tamu. Bisa saja dilakukan di Indonesia, tetapi tidak selamanya. Maksimal seminggu sekali harus dikeluarkan untuk direhabilitasi.

Medianya lembap danporus. Anda bisa menggunakan cacahan pakis atau bisa juga dengan sekam bakar dicampur kompos. Penyiraman perlu diperhatikan. Anda harus mengecek apakah media masih basah atau tidak. Jika masih basah, sebaiknya tidak disiram. Batang begonia sukulen, sehingga rentan busuk.

Tips Biakkan Begonia
Selain dari biji, begonia bisa dibiakkan dengan daun (leaf cutting). Caranya, ambil sehelai daun agak tua. Pilih daun yang bagus, tidak rusak dan belum menguning. Lantas belah membujur pada bagian tulang daun utama (yang besar). Tanam daun tersebut dengan posisi pucuk daun di atas. Anda bisa menggunakan media sekam bakar atau pasir. Kira-kira 2 minggu, anakan bakal tumbuh dari pangkal batang yang ditancapkan.


Selain dibelah, bisa juga diputus urat daun. Ambil sehelai daun tidak terlalu tua, kemudian potong urat daun yang besar yaitu urat permukaan bawah. Lantas, letakkan daun pada media dengan posisi bekas potongan menempel di media. Pastikan potongan senantiasa menempel pada media. Agar lebih lembap, wadah pembiakan dikerodongi plastik.

Powered by 123ContactForm
 

Agrosukses Pustaka Info | www.agrosukses.com, Pasar Agrobisnis Online, Email: admin@agrosukses.com, SMS: 0 8 1 1 1 8 5 9 2 9