GRATIS EBOOK:

Bonus 3 Sekaligus:

Lingnan: Si Bongsor dari Negeri Tirai Bambu




"Ini ayam kampung, bukan ras. Lihat kaki kuning dan tubuh tidak lembek," kata Wirawan D, peternak di Kelapagading, Jakarta Utara sembari menunjuk lingnan. Ia didatangkan setahun lalu dari Guangdong, Cina Selatan. Di Negeri Panda itu ia dipelihara sebagai ayam pedaging. Pertumbuhan cepat, dalam waktu 63 hari berbobot 1,5 kg. Ayam-ayam lokal perlu 3 —4 bulan untuk mencapai 0,9 —1,1 kg.

Sepintas ayam keluaran Poultry Breeding Farm itu mirip ayam ras. Sosok gemuk, kaki pendek, dan warna bulu merah kecokelatan. Di negara asal, lingnan diliarkan sebagaimana ayam kampung di tanah air. Namun, hebatnya peternak- peternak besar juga menggunakan lingnan. Pada beberapa tahun lalu ia memang mendapat penghargaan pedaging terbaik dari 14 provinsi di Cina.
"Yang didatangkan ke Indonesia silangan lingnan dengan ayam katai, sehingga kaki lebih pendek," tutur Wirawan. Alasan menggunakan ayam katai supaya pakan irit dan telur lebih banyak. Tidak aneh kalau lingnan multifungsi, pedaging sekaligus petelur. Kemampuan bertelur 50—60%. Angka ini jauh lebih tinggi dibanding ayam kampung yang hanya 35—45%. Kendati begitu ia lebih banyak dimanfaatkan untuk pedaging.

Pakan irit
Lingnan efisien menyerap pakan. Untuk mencapai bobot 1,5 kg hanya butuh 2 kg pakan atau FCR (food convertion ratio) 1,6. Waktu untuk pembesaran pun singkat 60—63 hari. Padahal, Surono peternak di Bumijo Lor, Yogyakarta butuh 2,2 kg pakan untuk menghasilkan ayam lokal berbobot 0,95—1,1 kg. Yang dipelihara ayam kampung biasa selama 52—70 hari karena pertumbuhan tidak seragam. "Saya memelihara ayam di kandang gelap, sehingga tumbuh lebih cepat. Di tempat terbuka bisa 3—4 bulan," kata Surono.

Menurut Wirawan bobot lingnan terus meningkat sejalan pertambahan umur. Sebelum berumur 10 minggu rata-rata penambahan bobot 170 g/minggu. Menginjak minggu ke-11 mulai turun hanya 100—150 g. Pada umur 12 minggu bobot lingnan 2 kg, lalu 20 minggu
3,1 kg. "Mentok pada umur 7 bulan. Saat itu jantan bisa berbobot 4—5 kg. Sedangkan betina bobot 3,5 kg," katanya. Makanya peternak hanya membesarkan lingnan hingga 10 minggu. Bahkan sebagian besar hanya 8—9 minggu sesuai bobot yang dimaui konsumen.
Berdasarkan pengalaman Wirawan, pertumbuhan jantan sedikit lebih cepat dibanding betina. Ketika j antan berbobot 1,1 kg, betina 0,95 kg. Secara genetik memang unggas jantan cenderung lebih bongsor. Bila ingin tumbuh merata, jantan dan betina harus dipisah. Sebab, ayam yang tumbuh lambat pada awal pemeliharaan sulit besar karena kalah bersaing dalam mendapat  pakan. Toh sejak dini jenis kelamin gampang dibedakan. Ketika umur 3 hari jengger jantan sudah terlihat.

Bantuan Cina
Sebagaimana ayam broiler, pakan lingnan sebaiknya voer. Pakan ramuan sendiri dikhawatirkan menghambat pertumbuhan karena kadar protein rendah. Berikan voer dalam bentuk kering secara adlibitum alias ada sepanjang waktu. Starter untuk ayam berumur 0—3 minggu dan grower 3— 10 minggu. Dengan begitu masa panen ayam hampir bersamaan, "80% dipanen pada umur 8 minggu, 20% umur 9 minggu," ungkap Wirawan.

Lingnan juga tahan penyakit. Buktinya ayam sehat dan sakit yang disatukan tetap sehat, mencoba menyatukan yang sehat. Ia juga tidak mudah stres, sehingga dapat dipelihara di lingkungan ramai. Kanibalisme terjadi hingga ayam berumur 40 hari. Terutama bila populasi terlalu padat; idealnya 10—15 ekor/m2.

Lingnan diprediksi Wirawan akan cepat menyebar. Pasalnya, selama ini banyak peternak yang menunggu kemunculan jenis kampung pedaging unggul. "Sebetulnya lingnan sudah diperkenalkan, tapi macet berkembang terhadang krismon," ujar Wirawan. Pemerintah Cina pada 1997 memberikan lingnan sebagai bantuan. Lingnan yang sekarang dipelihara Wirawan didatangkan dalam bentuk telur. Pada 2001 ia membawa 100 butir dari Cina. (Trully).


GABUNG DI MILIS: http://bit.ly/bQX5lK

 

Powered by 123ContactForm
 

Agrosukses Pustaka Info | www.agrosukses.com, Pasar Agrobisnis Online, Email: admin@agrosukses.com, SMS: 0 8 1 1 1 8 5 9 2 9