GRATIS EBOOK:

Bonus 3 Sekaligus:

Buah Nenas / Ananas comosus (Buah Unggul Indonesia)




Nenas (Ananas comosus) merupakan buah yang cukup populer, kehadirannya sering menghias meja-meja pesta sebagai buah pencuci mulut. Buah nenas ini selalu bisa kita peroleh kapan saja kita inginkan, seolah-olah buah nenas ini tak mengenal musim. Tanamannya pun tidak 'rewel' (tidak memerlukan perlakuan-perlakuan khusus) dan mudah untuk dibudidayakan.

Negara kita pun sudah mulai mengekspor nenas dan produk-produk olahannya antara lain ke Jerman Barat, Amerika, Prancis, dan entah negara mana lagi yang akan menyusul untuk meminta produk kita ini. Oleh karena itu tidaklah aneh bila nenas kita masukkan dalam buah unggul nasional kita, yang turut menaikkan ekspor nonmigas kita.

Daerah nenas yang terkenal di negara kita ini adalah Palembang, Riau, Jambi, Bogor, Subang dengan daerah penyebarannya di wilayah Sumatera Utara (Asahan dan Simalungun), Jawa Barat (Pandeglang dan Tasikmalaya); Sulawesi Selatan (Barru, Gowa); Kalimantan Timur (Kutai dan Pasir). Pabrik pengalengan nenas yang cukup besar terdapat di daerah Terbanggi Besar (Lampung), dengan peralatan yang cukup canggih tidak berbeda jauh dengan pabrik- pabrik pengalengan buah di luar negeri.
Kultivar nenas yang dianjurkan oleh Deptan untuk ditanam adalah nenas bogor dan nenas palembang untuk buah segar dan untuk buah kalengan adalah nenas cayenne (smoth dan lissae). Masih banyak juga kultivar lokal lain

yang bisa juga dimasukkan ke dalam nenas unggulan karena rasanya yang terkenal cukup enak dan produksinya pun tak kalah dengan nenas unggul anjuran Deptan. Nenas lokal unggul yang lain tersebut antara lain nenas semarang, nenas banten, nenas subang, nenas blitar/kediri, nenas tembaga, dan nenas aceh. Nenas-nenas ini termasuk nenas besar yang kebanyakan dimanfaatkan sebagai buah kalengan, bukan sebagai buah segar. Produksi nenas yang baik bisa mencapai 25 ton/ha/tahun.

Nenas bogor disebut juga dengan nenas nambo. Berasal dari Bogor, banyak ditanam di daerah sekitar kaki Gunung Salak. Buahnya kecil dengan bobot per buah 0,5-1,0 kg,
kulit buah berwarna kuning bila telah matang dan matanya berlekuk dalam, daging buah berwarna kekuningan dan berserat halus, rasanya enak dan manis, cocok untuk buah meja. Desa-desa di sekitar Bogor yang terkenal nenasnya adalah Desa Nambo, maka sering pula kita dengar nenas nambo yang tidak lain adalah nenas bogor. Subvarietas lain dari nenas bogor adalah nenas nunggal dan nenas mendalung. Nenas nunggal mempunyai ciri yang agak berbeda dengan nenas bogor/nambo yaitu rasa daging buahnya lebih manis, tetapi bentuk fisiknya sama dengan nenas nambo. Sedangkan nenas mendalung daging buahnya agak lembek dan ukuran buahnya lebih besar daripada nenas bogor.

Nenas palembang, berasal dari daerah Palembang yang konon merupakan subvarietas dari nenas bogor. Jadi ciri- cirinya juga tidak berbeda dengan nenas bogor. Buahnya kecil dengan bobot per buah ± 1 kg, mata buah kecil-kecil dan berlekuk dalam, daging buah halus, hampir tidak berserat, sedikit mengandung air dan rasanya enak serta manis sekali. Kulit buah bila matang berwarna kuning.

Nenas cayenne ada yang menyebut pula sebagai nenas cayenne lisse ataupun nenas smooth cayenne yang memang merupakan hasil introduksi yang berasal dari Cayenne (negeri Eropa) dan sekarang sudah menyebar ke seluruh pelosok dunia termasuk negara kita ini. Di negara kita ini nenas cayenne banyak diusahakan di perkebunan-perkebun- an untuk dikalengkan. Buahnya besar dengan bobot per buah rata-rata 2,5 kg, berbentuk silinder dengan ujungnya yang lebih kecil daripada bagian dasar. Kulit akan berwarna kuning oranye dengan belang-belang hijau setelah matang, dan bermata datar/rata. Daging buah berwarna kuning pucat sampai kuning dan berserat kasar, kandungan air cukup banyak dan rasanya agak asam. Sangat cocok untuk dikalengkan.

Nenas semarang berasal dari Semarang. Buahnya besar dengan mata datar dan kulitnya akan tetap hijau walau nenas telah matang. Daging buah berwarna kuning pucat sampai kuning dan berserat kasar, banyak mengandung air dan rasanya agak asam, sangat cocok untuk dikalengkan. Banyak diusahakan di kebun-kebun hortikultura di Karang- duren dan Noborejo (Jawa Tengah).

Nenas banten, memang berasal dari daerah Banten dan sekitarnya, termasuk nenas hijau yang cocok untuk dikalengkan. Buahnya besar dengan bobot per buah rata-rata 2,0 kg dengan mata buah yang datar. Kulitnya berwarna kuning, kemerahan, atau tetap hijau walau telah matang. Daging buah berwarna putih kekuningan, berserat kasar, rasa kurang manis dan sedikit asam, serta banyak mengandung air.

Nenas subang hampir sama dengan nenas banten, tetapi buahnya lebih besar dengan berat per buah bisa mencapai 5,0 kg. Hanya saja berat rata-rata buah ini hanya 3,0 kg. Banyak terdapat di sekitar Kecamatan Jalan Cagak, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Buah bermata datar sangat cocok untuk dikalengkan. Rasanya juga hampir sama dengan nenas banten, kulit buah tetap akan berwarna hijau walau telah matang sekalipun. Daging buah berwarna putih sampai kuning pucat, berserat kasar, dan banyak mengandung air.

Nenas blitar/kediri, banyak ditanam di daerah sekitar Blitar dan Kediri (Jawa Timur), tetapi pemasarannya sampai ke daerah-daerah di Jawa Tengah. Buahnya kecil dengan bobot rata-rata 1,0 kg dengan mata cekung ke dalam. Kulit akan berwarna kuning tua bila buah telah matang, aromanya sangat harum dan enak sekali, inilah yang menyebabkan nenas blitar disukai, seratnya halus, dan rasanya lezat sekali, sangat cocok untuk buah meja.

Nenas tembaga banyak dijumpai di daerah-daerah di Pulau Jawa terutama di pinggiran-pinggiran kota, yang ditanam sebagai tanaman pekarangan. Mahkota nenas ini beraneka warna oleh sebab itu sering digunakan sebagai penghias meja-meja pesta. Buahnya besar sekali dengan bobot bisa lebih dari 3,0 kg per buah, warna kulitnya hijau muda dengan sisik-sisiknya berwarna merah tua menarik sekali, daging buahnya berwarna putih sampai kuning pucat, sedap sekali rasanya dan banyak mengandung air, serta berserat kasar. Lebih cocok digunakan sebagai buah yang dikalengkan. Sering juga mendapat julukan sebagai nenas arab karena warnanya yang menyala dan beraneka ragam tersebut.

Nenas aceh asalnya belum diketahui secara pasti, mungkin memang berasal dari Aceh. Yang jelas, nenas ini disukai juga karena rasanya manis, walaupun daging buahnya berserat kasar serta mengandung banyak air. Aromanya kurang harum kalau dibandingkan nenas tembaga. Buahnya termasuk berukuran besar dengan bobot rata-rata 2,5 kg per buah dan kulitnya tetap berwarna hijau walau telah matang serta bermata datar. Lebih cocok untuk dikalengkan. (http://www.agrosukses.com).

Powered by 123ContactForm
 

Agrosukses Pustaka Info | www.agrosukses.com, Pasar Agrobisnis Online, Email: admin@agrosukses.com, SMS: 0 8 1 1 1 8 5 9 2 9