GRATIS EBOOK:

Bonus 3 Sekaligus:

Buah Durian/Durio zibethinus domesticum (Buah Unggul Indonesia)




Durian (Durio zibethinus) termasuk keluarga Bombacaceae yang berkerabat dekat dengan kapuk randu. Durian sudah terkenal dan banyak dibudidayakan. Namun banyak masyarakat belum mengenal varietas apa yang mereka tanam dan apakah jenis durian yang mereka tanam termasuk yang unggul.

Kriteria buah durian unggul yang diberikan Dinas Pertanian Tanaman Pangan Propinsi Jawa Tengah mencakup warna serta penampilannya harus menarik, durinya besar, bentuk buahnya bulat telur, tangkai buahnya pendek, "belimbingannya" tidak tampak jelas, produksi buah per pohon tinggi, tahan hama dan penyakit, serta yang penting daging buahnya tebal, kesat, berserat halus, pulen, berwarna kuning mudu, manis sedikit pahit.
Durian sunan (berasal dari Gendol, Boyolali), sukun (berasal dari Gempolan, Karanganyar), sitokong (berasal dari Ragunan, Pasarminggu, Jakarta), simas (berasal dari Rancamaya, Bogor), serta petruk (berasal dari Randusari, Jepara) adalah 5 jenis durian unggul lokal yang dikeluarkan oleh Menteri Pertanian RI. Selain itu varietas kani dan otong (introduksi dari Thailand) juga telah dilepas oleh Menteri Pertanian. Durian-durian tersebut sering diekspor tetapi secara kuantitatif belum memenuhi permintaan pasaran. Perbedaan-perbedaan yang terdapat pada durian jenis unggul tersebut terletak pada penampilannya, warna, daging buah, serta bobot buahnya.

Durian sunan buahnya berbentuk bulat telur terbalik, hijau kecokelatan, durinya berbentuk kerucut kecil dan jarang, mudah dibelah, bobotnya 1,5-2,5 kg per buah, kulit buah tipis, jumlah juring 5 untuk setiap buah, jumlah pong- ge 20-35 buah dalam setiap buah, umumnya berbiji kempes, warna dagingnya krem, produksinya 200-800 buah/ pohon/tahun, penampilannya sangat menarik dibanding jenis durian lainnya.
Durian sukun buahnya berbentuk bulat panjang, kekuningan, durinya berbentuk kerucut kecil dan rapat, mudah dibelah, bobotnya 2,5-3,0 kg per buah, kulit buah agak tebal, jumlah juring 5 untuk setiap buah, jumlah pongge (biji) 5-15 buah dalam setiap buah, berbiji kempes, warna dagingnya putih kekuningan, dan produksinya 100-300 buah/pohon/tahun.

Durian sitokong buahnya berbentuk bulat panjang, hijau kekuningan, durinya berbentuk kerucut dan rapat, sukar dibelah, bobotnya 2,0-2,5 kg per buah, ketebalan kulit buah sedang, jumlah uring 5 untuk setiap buah, jumlah pongge 5-25 buah (jumlah biji sempurna 5-20 buah per buah), warna dagingnya kuning, dan produksi 50-200 buah/pohon/tahun.

Durian simas buahnya berbentuk lonjong, kuning kemerahan, durinya berbentuk kerucut dan rapat, agak sukar dibelah, bobotnya 1,5-2,0 kg per buah, ketebalan kulit buah sedang, jumlah juring 5-7 untuk setiap buah, jumlah pongge 20-30 buah (jumlah biji sempurna 20-30 buah) dalam setiap buah, kuning menyala warna daging buahnya, dan produksi 50-200 buah/pohon/tahun.

Durian petruk buahnya berbentuk bulat telur terbalik, hijau kekuningan, durinya berbentuk kerucut kecil dan rapat, agak sukar dibelah, bobotnya 1,0-1,5 kg per buah, kulit buah tipis, jumlah juring 5 untuk setiap buah, jumlah pongge 5-10 buah dan umumnya semuanya berbiji sempurna, daging buahnya berwarna kuning dan produksi 50-150 buah/pohon/tahun.

Durian kani buahnya berbentuk bulat, warna kulit buah kuning kecokelatan, durinya berbentuk kerucut, rapat dan tajam, mudah dibelah, bobotnya 2-4 kg per buah, kulit buah sedang tebalnya, jumlah juring 4-6, jumlah pongge 5-18 (biji sempurna 3-6) per buah, warna dagingnya kuning, produksi 20-50 buah/pohon/tahun, dan penampilannya kurang menarik.

Durian otong/montong buahnya berbentuk panjang, warna buah hijau kekuningan, durinya berbentuk kerucut, rapat dan kecil, mudah dibelah, bobotnya 2-4 kg, ketebalan kulit buah sedang, jumlah juring 4-6, jumlah pongge 5-15 buah (biji sempurna 3-6) dalam setiap buah, warna dagingnya kuning, produksi 20-50 buah/pohon/tahun, serta penampilannya cukup menarik.

Durian kendil/brongkol (berasal dari Brongkol, Jawa Tengah); simimang, sikirik, situmbu (berasal dari Banjarnegara, Jawa Tengah); lai (berasal dari Kutai, Kalimantan Timur); dan silapung, kuku olang, sekopi (berasal dari Asahan, Sumatera Utara) tidak kalah mutunya dari jenis-jenis durian tersebut di atas dan dapat dimasukkan ke dalam jenis unggul lokal. Hanya saja durian-durian tersebut belum begitu dikenal masyarakat luas.
Keistimewaan durian kendil yaitu bentuk dan ukurannya relatif seragam, bobotnya besar, mempunyai 5 juring dan isi setiap juring daging buahnya tunggal sehingga penuh dan padat. Warna daging putih kekuningan serta produksi 50-70 buah/pohon/tahun. Karena keistimewaannya sehingga durian ini pernah menjadi juara pertama pada Lomba Pekan Nasional Buah-buahan pada tahun 1983.

Simimang, sikirik, situmbu merupakan 3 jenis durian yang sama-sama berasal dari Banjarnegara. Bobot buah durian simimang relatif kecil, sikirik sedang, sedangkan situmbu lebih besar. Rasa daging buah, aroma, dan bentuk biji seperti durian sukun, tekstur serta ketebalan daging tidak kalah dari jenis unggul lainnya. Di antara ketiga jenis tersebut, harga durian situmbu lebih mahal, dan patut dicatat bahwa durian ini pernah menjadi juara pertama dalam Lomba Durian se-Kabupaten Banjarnegara pada tahun 1975.

Pohon durian lai mampu berbuah pada saat durian berumur muda (genjah dan perawakan kerdil) dan tanpa di- bentuk sekalipun tumbuhnya akan ke samping, bahkan buahnya hampir mencapai tanah. Rasa daging buah sangat lezat, kuning emas warnanya, dan aromanya sangat harum. Demikian pula pada durian silapung, kuku olang, dan sekopi, selain rasanya, kelebihan lainnya terletak pada warna daging buahnya yang sangat menarik, yaitu kuning tembaga kecokelatan. (http://www.agrosukses.com).

Powered by 123ContactForm
 

Agrosukses Pustaka Info | www.agrosukses.com, Pasar Agrobisnis Online, Email: admin@agrosukses.com, SMS: 0 8 1 1 1 8 5 9 2 9