GRATIS EBOOK:

Bonus 3 Sekaligus:

Buah Belimbing Manis (Buah Unggul Indonesia)




Termasuk keluarga Oxalidaceae, yang semasa muda buahnya berwarna hijau muda, dan berubah kuning sampai kemerahan setelah tua. Bentuk pohonnya kukuh, kaya akan cabang dan ranting sehingga sering ditanam orang sebagai tanaman peneduh dan sekaligus penghias pekarangan.

Seperti buah-buah lain yang banyak jenisnya, maka belimbing pun demikian. Ada jenis yang enak dimakan dan ada yang tidak. Hanya jenis-jenis belimbing yang enak saja yang dibicarakan karena dari segi komersial sangat menguntungkan sehingga dapat meningkatkan pendapatan petani yang kreatif memanfaatkan tanaman ini.

Ciri buah belimbing yang diunggulkan peminat buah ini umumnya produksi per pohon tinggi, bentuk buahnya besar, warnanya menarik, berair banyak, seratnya halus, dan yang penting rasanya manis dan segar. Baru-baru ini varietas demak kunir dan demak kapur telah dilepas oleh Menteri Pertanian sebagai belimbing unggul. Walaupun begitu belimbing sembiring, belimbing filipina, belimbing wulan wijaya, belimbing paris, dan belimbing dewi tidak kalah unggulnya dari varietas demak tersebut.

Belimbing demak biasa juga disebut belimbing Semarang, disebabkan berasal dari Demak, tidak jauh dari Semarang, Propinsi Jawa Tengah. Demak kunir, demak kapur, demak jingga termasuk varietas belimbing demak. Secara umum di antara ke-3 varietas itu tidak begitu banyak perbedaannya baik dilihat dari segi produksi buah per pohon (rata-rata 150-350 buah/tahun), bobot buah (rata-rata 200-400 g), bentuk buah yang lonjong, rasanya, aroma yang harum, serta tekstur buah yang halus. Ciri yang paling membedakannya jika dilihat warna buah yang telah matang. Demak kunir jika sudah matang warnanya kuning merata, demak kapur warnanya putih merata, serta demak jingga warnanya kemerahan. Dibanding belimbing sembiring dan belimbing filipina bobot buah belimbing demak kunir lebih rendah, namun relatif lebih besar ukuran fisiknya daripada demak jingga dan demak kapur.

Penyebaran pertama kali belimbing sembiring dari kebun Bapak T. Sembiring di Pancur Batu, Sumatera Utara, sehingga di belakang nama belimbing tersebut diembel- embeli nama varietas Sembiring. Buah belimbing ini termasuk genjah karena umur 1 tahun sudah bisa berbuah. Produksi buah rata-rata 300-an setiap pohon, panjang buah lebih dari 15 cm, garis tengah bisa lebih dari 10 cm, bobot buah bisa mencapai lebih dari 300 g (dalam 1 kg berisi 3 buah), dan warna buah kuning jika sudah matang.

Jenis belimbing filipina hampir serupa dengan belimbing sembiring, buahnya sama-sama besar dan manis. Perbedaan mencolok antara belimbing filipina dengan sembiring pada warna kuning buahnya yang sedikit lebih muda (belimbing sembiring kuningnya lebih menyala), bentuk ujung buah lebih meruncing ke bawah, kandungan air belimbing filipina lebih banyak, bobot buah lebih besar (ada yang mencapai 700 g sebuah, tetapi rata-rata lebih dari 500 g) dan lebih pesat pertumbuhan buahnya. Belimbing filipina berumur 3 bulan sudah mampu menghasilkan buah yang banyak, sehingga batang tanaman berumur satu tahun besarnya sudah mencapai seukuran lengan orang dewasa. Asal-usul nama filipina di belakang buah ini kurang jelas. Menurut Baptfk Suwarto yang berasal dari Kebun Jeruk Barat, satu kali ia mendapatkan bibit belimbing dari temannya kemudian ia memberi nama belimbing itu belimbing filipina, begitu saja, tanpa alasan apapun.

Belimbing wulan merupakan hasil silangan antara demak kunir dengan demak jingga. Si penyilangnya, Subandi, asal Madiun, melakukannya pada tahun 1979. Diambilnya belimbing demak kunir sebagai tetua betina dan demak jingga sebagai tetua jantan, hingga terjadilah persilangan itu. Hasilnya sangat mengagumkan karena ukuran, bentuk, rasa, warna, tekstur hasil perpaduan dari kedua induknya. Bobot buahnya lebih besar dari demak kunir (350-400 g), bentuk buahnya oval (demak jingga legokannya dangkal), rasa buahnya manis campur masam dan sedikit kelat), ukuran buahnya lebih besar dari kedua induknya, warna buah oranye, serta tekstur buah tidak berserat sehingga disukai oleh kalangan orang tua.

Belimbing wijaya (nama ini diambil dari nama keluarga) dikembangkan oleh Harsudi, mahasiswa pertanian UGM, Yogyakarta. Buah belimbing ini hasil silangan belimbing bangkok dan belimbing kunir. Keistimewaan hasil silangan ini selain produksinya tinggi (360 buah/pohon/musim), bobot buahnya juga besar (1 kg berisi 4-7 buah), berair, juga rasanya manis seperti madu.

Diduga belimbing paris merupakan hasil silangan alami antara demak kapur dan demak kunir. Sudah lama berkembang di Pasarminggu, Jakarta, dan sekitarnya. Nama paris bukan berasal dari nama kota Paris, tetapi^ berdasarkan kecepatan matangnya buah yang diandaikan seperti pepaya paris, yang cukup dikenal tempo dulu, sehingga belimbing ini pun diembel-embeli kata paris. M. Yusuf Ali pemilik pohon belimbing paris di Bojonggede, Bogor, mengatakan bahwa pohonnya yang berusia setahun hasilnya kira-kira 50 buah/pohon dan usia sekitar 3 tahun hasilnya 200-300 buah/pohon. Bentuk dan ukuran buahnya tidak mengecewakan, rata-rata 10 cm, garis tengahnya rata-rata 7 cm, tidak jauh beda dengan belimbing demak kunir. Warna buahnya kuning sampai sedikit kemerahan, berdaging tebal atau padat, "belimbingannya" bersayap tipis. Berlawanan dengan demak kunir yang "belimbingannya" bersayap lebar dan berdaging tipis. Selain itu, kelebihan belimbing ini buahnya dapat dipetik lebih cepat sekitar 70-80 hari sejak berbunga (umumnya 90-100 hari sejak berbunga), dan rasa buahnya tetap manis. Pada jenis lain, rasa buah pada umur ini masih kelat dan agak pahit.

Nama belimbing dewi muncul pertama kali pada tahun 1980 ketika belimbing jenis tersebut keluar sebagai juara pertama kategori buah nonlangka. Menurut pemiliknya, Nyonya Permanasari, pohon induknya berasal dari Pejaten, Pasarminggu, Jakarta. Ukuran buah ini besar dan panjang, seukuran dengan belimbing sembiring, hanya warnanya agak kemerahan seperti belimbing demak kunir. "Belimbingannya" bersayap sempit dan berdaging padat persis belimbing paris, tetapi bedanya belimbing dewi mempunyai sayap yang bagian pinggirnya tetap berwarna hijau meski buah sudah matang. Kelebihan lainnya adalah buah ini tahan disimpan pada suhu ruangan tanpa mengurangi rasa manisnya. (http://www.agrosukses.com).

Powered by 123ContactForm
 

Agrosukses Pustaka Info | www.agrosukses.com, Pasar Agrobisnis Online, Email: admin@agrosukses.com, SMS: 0 8 1 1 1 8 5 9 2 9