GRATIS EBOOK:

Bonus 3 Sekaligus:

Durian Tembaga: Berbiji Kecil dan Berdaging Tebal



Walau tak sepopuler durian montong atau medan, durian tembaga memiliki karakteristik yang menarik. Dengan daging yang tebal, tidak lengket dan rasa yang legit, sampai sekarang pasar durian tembaga masih terbatas di luar Jawa.

Durian adalah buah-buahan tropis yang memiliki banyak penggemar. Memiliki nama latin Durio zibethinus, durian bisa tumbuh subur di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

Buah berbau tajam namun dengan rasa legit ini memiliki berbagai jenis, seperti durian montong, bangkok, hingga durian tembaga. Durian tembaga adalah durian asli Indonesia, namun baru dikenal sejak 1990-an. "Pada prinsipnya durian tembaga tak jauh beda dengan durian lain," kata Nurholis, pemilik CV. Gema Horti Mekar Sitrun di Majalengka, Jawa Barat.

Nurholis saat ini memang fokus pada budidaya bibit durian tembaga. Menurutnya, yang menarik dan menjadi keistimewaan durian asal Kabupaten Kampar, Riau, ini ialah warna dagingnya kuning pekat layaknya tembaga.

Selain warna yang menarik, durian tembaga juga memiliki daya tarik lain, yaitu daging yang tebal dan biji nan kecil. "Harganya juga menggiurkan," katanya.

Dengan berat buah mencapai mencapai 2 kg sampai 3,5 kg, satu butir buah durian tembaga bisa dijual antara Rp 20.000 hingga Rp 100.000. Saat panen besar, satu pohon durian bisa menghasilkan 300 hingga 400 buah.

Waktu untuk panen durian juga tak terlalu lama, sekitar lima tahun. "Durian ini sebenarnya cukup prospektif untuk ditanam di Indonesia, terutama di kawasan dataran rendah," katanya.

Kendalanya, saat ini buah durian lokal kalah pamor dengan durian ekspor, sehingga pengenalan buah durian tembaga cukup susah terutama di wilayah Pulau Jawa. Saat ini pasar buah durian tembaga masih terbatas di Pulau Sumatra dan Kalimantan. Walau begitu Nurholis yakin, ke depan, durian tembaga bakal menguasai pasar durian di Pulau Jawa.

Karena pasar durian tembaga banyak di Sumatra dan Kalimantan, Nurholis bilang, permintaan bibit pohon durian tembaga memang paling banyak di dua tempat itu. Sejak 2001, Nurholis mengaku bisa mengirim sekitar 5.000 sampai 10.000 bibit pohon durian tembaga per bulan.

Dari penjualan bibit seharga Rp 7.500 sampai Rp 10.000 ukuran 40 cm, Nurholis mengaku bisa mendulang omzet hingga Rp 50 juta per bulan. Dari awal pembibitan hingga siap jual, bibit durian tembaga butuh waktu selama setahun.

Selain Nurholis, ada juga Nugroho, pemilik usaha pembibitan Lembah Pinus di Bintaro, Jakarta yang menjual bibit pohon durian tembaga.

Mulai membudidayakan bibit durian tembaga setahun lalu, Nugroho mengatakan kalau permintaan bibit durian tembaga meningkat empat bulan terakhir. "Tren penjualan bibit durian ini melonjak hingga 100 bibit per bulan atau meningkat hampir 50%," katanya.

Ia mengatakan, pamor durian tembaga meningkat sejak banyak media memberitakannya. Dengan harga jual bibit lumayan mahal yakni Rp 80.000 dengan ukuran 60 cm dan Rp 120.000 untuk tinggi 70cm - 80 cm. Nugroho bisa mengantongi omzet hingga Rp 10 juta per bulan.

Menurut Nugroho, banyak konsumen mencari durian tembaga karena daging buah durian ini tidak lengket dengan rasa lebih legit dibandingkan dengan durian lain. Untuk meningkatkan stok bibit, Nugroho berniat mengembangkan teknik cangkok. "Biasanya hanya bisa memakai teknik okulasi," katanya.

Pohon durian tumbuh baik di daerah beriklim tropis. Tak heran, pohon durian tumbuh subur di Indonesia, tak terkecuali durian tembaga. Namun, dukungan iklim ini bisa menjadi kurang berarti jika pembudidaya tak mengindahkan perawatan tanaman.

Tak seperti tanaman lain, membudidayakan durian tembaga tak terlalu rumit. Namun, untuk mendapatkan hasil optimal, budidaya durian ini membutuhkan kedisiplinan.

Nurholis, pemilik CV Gema Horti Mekar Sitrun di Majalengka, Jawa Barat mengatakan, hal pertama yang perlu diperhatikan dalam penanaman pohon durian tembaga adalah lokasi lahan. Menurutnya, durian tembaga akan bisa tumbuh maksimal di lahan dengan ketinggian di bawah 800 meter di atas permukaan laut. "Pada lokasi di bawah 800 meter ini, permukaan tanah cenderung rata dan tidak berbukit," ungkapnya.

Ia juga menambahkan, pohon durian yang buahnya menyerupai bentuk telur ayam ini tidak menyukai lahan rawa atau lahan yang becek. Kadar air yang berlebihan di dalam tanah, justru akan merusak pertumbuhan tanaman ini.

Selain itu, suhu atau temperatur juga harus diperhatikan. Nurholis bilang, pohon durian asal Riau ini akan berkembang optimal di bawah pencahayaan matahari yang bersuhu 20-30 derajat Celcius. "Penggunaan lahan yang memiliki temperatur hingga 34 derajat Celcius harus dihindari karena daun durian tembaga bisa terbakar oleh panas sinar matahari," jelasnya.

Jika berbagai kondisi dan persyaratan itu sudah terpenuhi, maka pembudidaya tinggal melakukan penyiraman dan pemupukan secara teratur selama setahun pertama. Yang perlu diingat, fase ini adalah masa yang rentan bagi bibit durian untuk tumbuh. Maklum, beragam hama dan penyakit bisa menyerang tanaman ini.

Hama yang paling banyak ditemui ialah ulat pengerek buah yang menyerang tanaman saat mulai berbuah. Serangan ini dapat menghambat pertumbuhan calon buah.

Selain itu, ancaman lain datang dari kutu loncat durian yang mengakibatkan terhambatnya pertumbuhan pohon. Kutu loncat mengisap pucuk daun sehingga mengurangi cairan yang ada di daun tersebut. "Cara pengendaliannya dengan menyemprotkan insektisida serta memangkas bagian yang sudah terserang agar tidak menjalar ke bagian lain," ucapnya.

Nugroho, pemilik Lembah Pinus di Bintaro, menambahkan bahwa durian tembaga tak tahan terhadap matahari yang terik. Karena itu, ia menyarankan penyinaran sinar matahari pada tanaman ini berkisar 60%-80%. "Untuk menyiasati musim kemarau yang terik dan berkepanjangan, tanaman ini harus disiram setiap hari pada pagi atau sore hari," ujarnya.

Menurut Nugroho, musim hujan seperti Januari dan Februari menjadi waktu yang baik untuk menanam bibit durian ini. Pada musim hujan ini, pembudidaya tak perlu lagi menyiram tanamannya, namun harus menghindari terjadinya genangan air di sekitar tanaman. Genangan air berpotensi mendatangkan bibit penyakit.

Bukan itu saja, Nugroho menduga, kegagalan penanaman durian ini sering terjadi karena akar tanaman membusuk saat tanaman masih berupa bibit. Kondisi ini disebabkan oleh keadaan tanah yang terlalu lembap sehingga tumbuh jamur yang menyerang akar pohon. "Ada baiknya, jika mulai menanam, pembudidaya menggunakan antijamur berupa insektisida organik maupun nonorganik," ungkapnya.

Jika penanaman bibit durian tak menemui kendala lagi, dalam waktu lima tahun, tanaman ini sudah memiliki tinggi minimal dua meter dan siap berbuah. (Fahriyadi, Dea Chadiza Syafina)

SUMBER KLIPPING: Peluang Usaha Kontan
SUMBER GAMBAR: loarang.blogspot.com

Powered by 123ContactForm
 

Agrosukses Pustaka Info | www.agrosukses.com, Pasar Agrobisnis Online, Email: admin@agrosukses.com, SMS: 0 8 1 1 1 8 5 9 2 9